Surat Cinta Untuk Suamiku


SELAMAT ULANG TAHUN SAYANGKUUU...

Cieciecie..ulang tahun pertama sebagai suami dan calon ayah (tadinyaaa..inshaAllah segera *aamiin YRA*)

Akkk.. Aku pengen nangis lagi deyh... Inget seminggu yang lalu bilang kalo kehamilan aku itu hadiah terindah buat kamu. Lalu kita berdua pun langsung kasih nama janin yang ada dirahimku waktu itu dengan nama "GAZA". Do u still remember dear.. Awal juni 2011, di perjalanan pulang menuju depok, aku,kamu dan panji. Saat itu panji baru ditelpon sama anaknya, teruslah panji ngebahas masalah anak dan tau-tau ngebahas nama anak (padahal loh ya..kita belum memutuskan fiks nikah di tahun 2011). Terus-terus aku inget banget tau-tau kamu bilang "kalo gw punya anak nanti 'nji, mau gw kasih nama GAZA, buat gw nama itu ngegambarin perjuangan dan semangat" lalu endebre endebre..

Gak nyangka yaaa.. Obrolan di sore hari tepat 1tahun yang lalu nyaris menjadi kenyataan.

Semua nyaris menjadi kenyataan ya suamiku...
Kala aku ngebangunin kamu dan nunjukin hasil testpack aku, semua terasa indah, sampai kita harus terbangun dari mimpi indah kita di senin pagi. Yaaa.. di senin pagi menjelang siang, ketika aku menemukan flek cokelat seujung kuku itu. Dan tanpa ba-bi-bu kamu langsung ajak aku ke RS terdekat, dan gak pake pilih-pilih mau DSOG yang mana. Waktu itu DSOG langsung melakukan USG Transvaginal, DSOG gak nemuin kantong janinnya, lalu menganjurkan beberapa pemeriksaan laboratorium. Waktu pulang dari RS dan kamu bilang "rabu kita ke dr.bote lagi yuk" akupun setuju denganmu, aku ngerasa kurang puas, kurang puas ketika semua pertanyaanku dan kamu hanya dijawab "kita lihat dari hasil pemeriksaannya ya", kurang puas ketika DSOG tersebut tidak inisiatif memberikan terapi preventif berupa obat penguat kandungan. Hmmm.. Aku juga nyesel, kenapa kemarin aku gak inisiatif untuk beli cygest sendiri. Akhirnya selasa siang kita balik ke RS itu untuk ambil hasil lab dan konsultasi, cuman pas aku nunggu kamu yang lagi ambil hasil lab, aku ngerasa ada sesuatu yang mengalir dibawah sana, aku langsung cek ke kamar mandi. Dan... Aku lihat warna merah darah segar. Ya اَللّهُ rasanya kaki ini langsung gak napak. Aku dengan lemas menghampiri kamu yang masih menunggu hasil lab dan menceritakan hal yang baru saja aku alami, kamu pun membalas semua kegelisahanku dengan senyumanmu yang membuat aku tenang. Setelah hasil lab kita dapatkan, kita langsung antri menemui DSOG yang kemarin. Dalam kecemasan yang amat sangat, kamu genggam tangan aku dan mengatakan "Bunda.. GAZA sehat,kuat dan pinter, bunda jangan sedih ya" setelah itu kamu mengajak aku ngaji supaya hati ini lebih tenang. 
Tiba saatnya kita masuk ke dalam, DSOG membaca hasil lab dan mengucapkan selamat karena berdasarkan hasil lab aku hamil 4-5minggu, entahlah saat itu aku ngerasa hasil lab yang dikejar DSOG itu sia-sia saja. Terlebih ketika aku bilang aku baru saja keluar darah segar dan DSOG tersebut tidak melakukan tindakan apapun, yang mana seharusnya dilakukan pemeriksaan dalam untuk ngecek sumber perdarahan, apakah ostium nya terbuka atau tidak. DSOG itu hanya meresepkan CYGEST dan DUVADILLAN, yang seharusnya itu udah diresepkan dari kemarin. Aku pun ngerasa gak nyaman disitu dan ngajak kamu buru-buru pulang, terlebih lagi jika teringat tawa DSOG tersebut ketika membicarakan kemungkinan terburuk akan keguguran yang mengancam keselamatan janinku (HEY..WHERE'S U'R EMPATHY SIR? ya Rabb.. padahal aku ini teman sejawatnya, sudah  seharusnya dia memperlakukan teman sejawat seperti saudara kandung, tapi ini? gimana coba kalo aku ternyata bukan teman sejawatnya.. Ya Rabb jagalah aku dan suamiku agar kami tidak akan pernah bertindak seperti itu kepada pasien kami *aaamiin YRA*). Selama diperjalanan menuju rumah, aku nangis gak berhenti-berhenti, dan kamu pun terlihat panik dengan keadaanku. Namun kamu itu yaaa.. meski aku sudah sangat-sangat pesimis dengan keadaan GAZA, kamu masih tetap optimis.

Di rumah aku benar-benar bedrest, diperlakukan seperti princess olehmu. Makan dan minum kamu suapin, ke kamar mandi yang cuma seuprit kamu gendong, kamu bener-bener ngerawat aku 100%. Rabu pagi, saat kamu mau berangkat kerja, kamu nampak gelisah teramat sangat, kamu ragu-ragu berangkat atau enggak, dan setelah aku bilang "inshaAllah bunda dan GAZA kuat ayah, ayah tenang aja", kamu pun memutuskan untuk berangkat. Namun sebelum ashar kamu udah sampai rumah tanpa memberi tahu aku, karena kalo kamu ngabarin aku, kamu tau pasti aku bakal marah-marah dan ngelarang kamu pulang. Tapi mungkin اَللّهُ menghendaki kamu pulang sebelum ashar, karena setelah ashar, perut aku mules gak karu-karuan dan setelah dicek perdarahanku makin deras. Ya اَللّهُ aku sungguh takut kehilangan GAZA. Dari kemarin meskipun bleeding aku tenang-tenang saja karena aku gak ngerasain yang namanya mules. Berharap rasa mules ini menghilang tapi malah semakin lama semakin parah rasanya. Ya اَللّهُ smua tanda-tanda abortus sedang aku alami saat itu, intensitas mulas semakin meningkat dan aku pun makin pasrah, aku pun tanpa sadar mengucapkan "GAZA sayang.. Bunda tau koq, GAZA mau ninggalin ayah&bunda, inshaAllah nak bunda ikhlas, pergi dengan tenang yaaa 'nak.. Keluarlah dengan baik-baik dari rahim bunda supaya bunda gak perlu dikuret ya sayang"

Akhirnya, setelah kamu menelpon dr.Bote, aku,kamu dan bapak bergegas menuju RSIA Tambak. Wooow depok-manggarai di jam pulang kerja, semoga اَللّهُ memudahkan.

Ditengah perjalanan menuju RS, dan diiringi suara adzan maghrib, aku merasakan sesuatu yang besar telah keluar dari rahimku. "Gaza..kamu udah pergi ninggalin ayah&bunda ya nak.. Indah sekali nak kepergianmu diiringi suara adzan maghrib, selamat jalan anakku sayang, tunggu ayah&bunda di pintu syurga اَللّهُ ya sayang, inshaAllah kita akan segera dipertemukan kembali di waktu yang lebih baik, bunda sayang GAZA". Tanpa aku sadari air mataku menetes, dan kamu pun segera menggengam tanganku "kenapa bunda" akupun menjawab "GAZA udah pergi yah barusan, inshaAllah bunda ikhlas yah" dan kamu pun mengenggam tanganku semakin erat.

Masih di perjalanan menuju RS, masih berjuang melawan kemacetan jalanan ibukota di jam pulang kerja, setelah kondisiku lebih tenang aku mengabari ibu,dek ria,dek rizky,mamah, teh lia dan tante utiek. Setelah itu aku mengganti status ‎​ввм ku dengan kalimat "‎​اِنّا لِلّهِ وَاِنّا اِلَيْهِ رَجِعُوْنَ ". Tak lama setelah itu serbuan ‎​ввм dan mention twitter masuk, aku balas ввм dan mention mereka satu persatu dengan senyuman, namun ketika ibu nelpon air mataku langsung tumpah ruah dan tanpa aku sadari aku pun langsung menjerit "ibuuuuu..". Ya اَللّهُ disaat seperti ini aku butuh ibuku, maafin aku ibu kalo selama ini suka ngebantah ibu, padahal setelah aku ngalamin beratnya perjuangan mempertahankan GAZA yang belum seberapa dibanding perjuangan ibu mengandung dan merawat aku, aku jadi sadar betapa berat perjuangan menjadi seorang ibu, profesi paling mulia, beruntunglah kalian yang telah dipercaya اَللّهُ menjalankan profesi mulia tersebut, jangan pernah mengeluh ya :).

Setelah telpon dengan ibu ditutup, aku pun mendadak sesak nafas. Sambil nyetir kamu sibuk cari ventolin. Beberapa kali ventolin disemprot, nafasku belum kembali normal. Bapak pun mengingatkan aku untuk berdzikir dan meminum air zamzam supaya aku lebih tenang.

Pukul 19.15 akhirnya tiba juga kita di RSIA Tambak. Turun dari mobil sambil digendong bapak, aku dinaikkan ke kursi roda kemudian dilarikan ke VK dan jadi pusat perhatian orang-orang. Gak pernah mimpi sekalipun aku akan ngalamin kejadian seperti ini. Masuk ke VK jantungku semakin berdegup kencang, kamu menggenggam tanganku erat. Semakin kencang saat bidan-bidan itu memasukkan spekulum ke dalam vagina aku. Kamu tau gak rasanya gak enak banget, meski aku udah pernah ngerasain sebelumnya, entah kenapa yang kemarin itu terasa begitu menyakitkan. Nahan sakit dan berusaha nahan semua rasa yang berkecamuk didada ini, menghasilkan sesak nafas dan takikardi. Dan dalam ketakutan itu akupun berbisik padamu "Ayah bunda takut dikuret" kamu pun menjawab ketakutanku dengan penuh tenang "inshaAllah bunda gak perlu dikuret". Sesaat setelah kamu ngomong sperti itu, bidannya bilang kalo perdarahannya udah berhenti, ostiumnya udah ketututup, jaringannya udah keluar, dan sudah dibersihkan sisa-sisa darah dan jaringannya, kemudian bidan tersebut memasukkan jaringan (GAZA) ke dalam pot dan memberikan pot itu kepadamu, dan aku pun melihat kamu menitikkan air mata ketika menggenggam pot itu, aku tahu suamiku kamu pun sama sedihnya seperti aku, tapi kamu tetap berusaha menghibur aku, supaya aku pun kuat sepertimu.
Setelah itu, aku-kamu-bapak dan ditemani beberapa bidan menuju ruang periksa dr.Bote. Gak pake nunggu lama kita langsung masuk ruangan dr.Bote. Masuk ke dalam ruangan dr.Bote disambut senyum hangat beliau "anis sabar ya sayang, oh iya dhan.. Maafin aku ya kemarin lupa nelpon kamu lagi, ayo nis kita cek dulu ya sayang". Dan hasil usg transvaginal menunjukkan sisa jaringan di rahim tinggal sedikit, cukup dibersihkan dengan obat saja. Alhamdulillah gak perlu di kuret, terimakasih ya اَللّهُ. GAZA pinter ya suamiku. Dia tau banget kalo bunda nya takut di kuret.

Selesai usg transvaginal, dr.bote pun memberikan motivasi supaya aku gak kelamaan sedihnya, terus dr.Bote juga ngedoain kita supaya tahun depan bisa lanjut PPDS (ayo teriak AAMIIN YA ALLAH yang kenceng).

"Nis..kamu jangan jaga dulu ya..apa perlu saya bikinin surat untuk dr.Judi? Ohya..Ramadhan kapan balik ke kalimantan nya" entah kenapa yaaa.. Sugesti atau gimana tapi tiap kata yang meluncur dari mulut dr.Bote itu membuat hati adem ayem, kamu setuju kan suamiku? Bahkan dr.Bote pun ngeh kalo saat itu aku sesak nafas, beliau langsung mengganti obat yang kemungkinan berefek samping mendepresi pernafasan, kemudian beliau juga mengajurkan supaya aku dinebu dahulu sebelum pulang.

"Oke nis..dhan.. Ketemu minggu depan ya.. Terserah mau di ASRI atau disini, anis inshaAllah kamu kuat ya sayang" penutup kalimat dr.bote sambil memeluk aku.

Ternyata diluar, sudah ada mamah mertua dan kakak ipar. Mamah langsung meluk aku kenceng. "InshaAllah kuat ya geulis". Aku liat mamah meluk aku sambil nahan nangis, sama kaya kamu ya suamku :). Terimakasih ya اَللّهُ aku dikaruniai suami, mamah mertua dan kakak ipar yang baik seperti mereka *sujud syukur*.

Akhirnya pukul 21.00 setelah selesai nebu dan urusan administrasi juga obat-obatan beres, kita pun pulang. Mamah pulang sama abang, kita bertiga pulang menuju depok ditemani hujan deras. Mungkin langit pun turut bersedih dengan kepergian GAZA.

Suamiku.. Aku dengar suara isak tangis kamu disaat kamu sholat, aku tahu kamu pasti sedih kan? Kamu sama sedih dan kecewa nya seperti aku. Ketika aku tanya apa kamu sedih dan kamu pun menjawab "aku nikahin kamu karena aku sayang kamu, aku mau menunaikan sunah Rasul bersama kamu, sedangkan anak itu bonusnya". Huaaa kamu bikin aku jadi nangis suamiku.. Etapi kamu malah marahin aku pas aku nangis lagi. Karena setiap nangis aku pasti sesak nafas. Dan bener deh semaleman aku gak bisa tidur karena sesak nafas. Kamu maksa untuk bawa aku ke UGD, cuma aku tau kamu cape dan lebih baik di rumah saja aku  pun juga
lebih tenang. Dan beneran kan kamu cape, dalam hitungan menit pun kamu sudah lelap tertidur. Dan aku masih berjuang supaya bisa rileks, supaya bisa nafas dengan teratur. Kamu tau kan aku gak pernah sesak nafas sampai gak bisa tidur semaleman kaya gini. Terakhir kali sesak nafas 4 tahun yang lalu, pas masih koas dan lagi ujian interna, beberapa hari gak tidur ditambah batuk pilek, saat itu seperti biasa sepulang sholat taraweh aku lanjut belajar (karena lagi ujian) namun entah kenapa tiba-tiba aku mendadak sesak nafas, trus aku pun telpon kamu, kamu yang di jakarta panik dan nyuruh hafezd ke kosan aku tengah malem beliin obat asma untuk aku. Betapa kamu sayang sama aku yaaa.. Meski jarak memisahkan kita, kamu tetap gak keabisan akal untuk selalu siap sedia ngejaga aku, betapa beruntungnya aku ‎​♥.̮♥

Pagi harinya kamu terbangun dan sadar kalo aku gak tidur semaleman karena sesak nafas. Kamu lalu pamitan pergi dan pulang membawa alat nebu beserta obat-obatan. Sebelumnya kamu suapin aku sarapan dulu baru kemudian nyuruh aku minum obat, padahal aku bener-bener gak mau minum obat karena aku trauma, gara-gara aku minum obat, aku kehilangan GAZA. Tapi kamu malah bilang "Gimana kamu mau siap untuk hamil lagi, kalo kamu gak berusaha nyiapin kondisi fisik dan batin kamu 100%" jederrrrr bangettt ya kata-kata kamu, akhirnya demi pulih 100% aku pun meminum obat dan kamu siksa dengan racikan nebu kamu itu (beneran deh itu bikin tenggorokan aku perih, mana banyak banget). Dan setelah selesai dinebu, aku pun bisa tidur nyenyak dan terbangun menjelang maghrib.

Hooo.. Apa ini efek tidur sepanjang siang tadi atooo karena hal lainnya jadinya sekarang aku gak bisa tidur. Kemarin aku gak bisa tidur karena sesak nafas, tapi kalo malam ini.. Sepertinya aku baru menyadari kesedihan yang luar biasa.

Baru menyadari setelah mencoba mempertahankan selama 3hari kemarin agar GAZA tetap kuat di rahimku sampai 8bulan kedepan, akhirnya GAZA pergi meninggalkan kita suamiku..
GAZA pergi dengan indah diiringi adzan maghrib yang berkumandang, dan kepergian GAZA pun tidak meninggalkan sakit untuk bundanya, GAZA pinter ya suamiku..
Dan sadar kah kamu suamiku.. Kemarin malam, selepas kepergian GAZA jakarta-depok diguyur hujan deras, mungkin langit pun bersedih dengan kepergiannya ya suamiku..
Suamiku.. Meski اَللّهُ hanya mengijinkan waktu yang sekejap antara kita dengan GAZA, tapi aku sangat bersyukur dengan kehadiran GAZA yang sesaat. Kamu sadarkah.. Kalau GAZA itu merupakan hadiah umroh terindah dari اَللّهُ untuk kita. Bagaimana gak indah coba, disaat diluar sana begitu banyak calon ibu mengharapkan kehamilannya, اَللّهُ memberikannya padaku, padahal kamu pun tau kalo PCO dan endometriosisku belum sembuh dan belum diobati. Iya suamiku.. اَللّهُ mengabulkan doa-doa kita saat kita sujud di depan ka'bah tempo hari, tetapi اَللّهُ mengabulkan doa-doa kita dengan cara yang terbaik menurut اَللّهُ bagi kita nantinya. اَللّهُ memberikan ini pada kita, karena اَللّهُ akan segera mengabulkan doa-doa kita yang lainnya. اَللّهُ sangatlah baik pada kita suamiku.. اَللّهُ pun menjaga GAZA dengan mengambil GAZA kembali dari kita dengan tujuan supaya GAZA kelak menjemput kita di pintu syurga.
Sungguhlah kita ini termasuk orang-orang yang beruntung, orang-orang yang diberi kepercayaan memiliki tabungan di akhirat nanti, alhamdulillah ya اَللّهُ .. *sujudsyukur* (Maka nikmat Tuhan kamu yang  manakah yang kamu dustakan QS. Ar-Rahman:13)

Suamiku.. Mungkin kemarin-kemarin aku begitu ingin hamil hanya karena "status". Yang mana begitu banyak orang diluar sana dengan "kebanyakan perhatian"nya pada kita, sibuk nanya apa aku sudah hamil atau belum. Aku pun termotivasi ingin cepat hamil hanya demi "kata orang" bukan karena "aku sudah siap lahir-batin menjadi seorang ibu". Astagfirullah.. Apakah ini teguran karena terbesit setitik kesombongan dengan kehamilanku kemarin. Iya suamiku.. setitik kesombongan yang mungkin gak aku sadari. "Ini-loh-gw-yang-kemarin-lu-tanyain-kapan-hamil?Akhirnya-gw-hamil-juga-nih". Astagfirullah..ampuni hamba ya Rabb..

Padahal ya... Setelah aku merasakan nikmatnya hamil, hamil Itu bukanlah kebahagiaan ketika melihat 2garis di testpack, sibuk memilih DSOG, sibuk ini itu yang gak jelas, tetapi hamil itu lebih ke sebuah perjalanan baru yang mengharuskan kita siap dengan segudang perbekalan, bekal lahir dan batin, karena kelak dari rahimku sebuah kehidupan baru terbentuk. Bagaimana kelangsungan kehidupan baru itu nantinya, itu semua tergantung keadaanku saat aku mengandungnya selama 9bulan.

Iya... Aku menyadari koq, mungkin kemarin aku belum siap dengan kehamilanku, buktinya aku telat menyadari kehamilanku, instingku sebagai wanita pun kurang peka, aku juga masih egois lebih mementingkan segala urusan ku sendiri daripada mengutamakan keselamatan dan kesejahteraan janin yang ada di rahimku.

Akan tetapi... Bila telah tiba saatnya اَللّهُ memberikan rejeki itu kembali pada kita, inshaAllah aku akan siap lahir&batin 100% menyandang profesi mulia sebagai ibu.
"Hey GAZA anakku sayang, tolong sampaikan kepada اَللّهُ ya nak, supaya اَللّهُ segara kirim adek baru untuk bunda, terimakasih sayangku"

"GAZA..Meski kebersamaan kita hanya sementara waktu, tapi begitu banyak pelajaran berharga yang kamu berikan untuk bunda, terimakasih anakku sayang.. Selamat jalan GAZA ku sayang, tunggu ayah-bunda dan adik-adikmu di syurga ya nak.. Sayang bunda selalu untukmu 'nak"

Terimakasih juga untuk suamiku sayang.. Ayahnya GAZA.. Aku sungguh-sungguh beruntung menjadi istrimu, selamat ulang tahun sayangku.. InshaAllah ulangtahunmu sekarang menjadi awal yang indah untuk hari ke depannya, dan semoga apa yang kamu cita-citakan di tahun ini dapat tercapai, semoga اَللّهُ senantiasa melindungimu dan meridhai tiap langkahmu suamiku.

Dan inshaAllah ulangtahunmu tahun depan, kamu resmi menjadi seorang Ayah.

Aamiin Ya Rabbal Alamin


Istri Dunia&Akhiratmu (Aamiin YRA)

Annisa Rizky Afrilia



PS: terimakasih tak terhingga untuk teman-teman blogger untuk semua doa baiknya dan juga supportnya.. terimaksih ya sayang-sayangku.. semoga Allah pun mengijabah permohonan kalian *aamiin YRA*

29 comments:

Simply Nella said...

Amiinn Yaa Rabbal Alamiinnn...
Semoga Allah segera memberi kesehatan, ketegaran, kebahagiaan, dan keberkahan untuk kita semua... Dan menganugerahi kita anak2 yg sholeh dan sholehah... Amiinn Allahumma Amiinn...

Best Love letter! *Peluukkanis* :*

Koesoemo Widodo Family said...

hiks,,,hiks,,,sediiiiihh *air mata ngalir2*

anis,,yg sabar ya dear
(aaah gue tau ngomong sabar doank mah gampang, tp prakteknya susaaaaaaahhhh)

aamiin , doa2 kita pasti di dengar Allah kok say.. tinggal tunggu waktunya aja ^^

nie :) said...

huhuuu aku bacanya sampe nangis T_T
semoga bundanya semakin kuat yaaa,
jadi bisa siap2 nyambut adeknya GAZA :)
amiiiin..

ndhachiyo said...

aslii pagi2 nyampe kantor lgsg mewek anis T_T

insya allah sayank tahun depan di ultah kmu dan suami udah ada adek nya gaza :)

aku tau pasti anis kuat ayoo semangat yah bikin dedek baru :bighug*

Zilha said...

huuhuuhuuu *tearsfalling*

slmt ulang tahun anis's hubby.. smg apa yang kalian cita2kan dapat terwujud ditahun ini, semakin berkah hidupnya, kembali pulih fisik dan batinnya anis supaya lebih siap menyambut kedatangan adik2nya GAZA.. amiiin...

semangaaaaaaaaat Ny. Ramadhan... muuuuaaachhhhmuuuaaaaccchhh

Yanti said...

hiks hiks hiks,,,,bener-bener surat cinta yg bikin mata jd berkaca-kaca,,,

semoga dengan keihklasan hati kalian berdua cepet dikasih kepercayaan sama allah ya sayang,,,,dan gaza menjadi tabungan kalian berdua untuk diakhirat kelak,,,,,

ayo cemangat bikin adenya gaza lagi,,,,^o^

cemungudh kaka,,,,,

R and R said...

*nangis* semangat yaa anis... yang kuat yaa anis dan suami �� tegar yaaaa... huhuhu sedih banget yaa pasti... tenang nis, Allah ga akan ngasi kamu cobaan yang gbs kamu tanggung, moga2 segera dapet dedek lagi di saat yang tepat yaa nis, dan smoga sakit anis kemarin bisa jadi penggugur dosa. aamiin yra.

UCHIE said...

*nangis terus*
yang kuat ya anisssssssssss, yang sabar, Allah pasti akan berikan yang terbaik kelak...Insya Allah segera diberikan amanah ya
big hug for Anis

Andyna Mandhela said...

ya Allah.. *lgs speechless*.. :(
i know u can through this dear..

*pelukeratanis*

dians said...

try to hold the tears..

yang sabar dan tegar yaa... "Ya Allah, kuatkan Saudariku menerima takdir yang Engkau gariskan"

Sharleen said...

Annis sayang.... *hugs* :')

InkAmanda said...

Hueeeee.. *mewekk*

Happy bday suaminya budok cantik, semoga kalian segera dikaruniai adeknya Gaza yaaa, amiiiinnnnnn...

Annisa Rizky said...

@Nella: haish nella..inih nulis surat cintah nya efek insomnia :P ah mau perut kamu erat-erat... doa baik yang sama untukmu juga ya sayang..semoga Allah SWT segera mengijabah semua doa baik ini... Allahumma aamiin..

@Isah: Iya dear.. ikhlas emang ringan dimulut, berat untuk dilakukakn, tapi bismillah inshaAllah pasti bisa.. rejeki kan gak bakalan ketuker..makasih ya sayang :* semoga kamu pun juga segera dikaruniai momongan AAMIIN YRA

@Nie: hohoho... jangan nangis donk.. aku loh gak nangis *ngomong sama tembok :P hehehe.. inshaAllah aku KUAT koq sekuat macan kan udah mamam biskuat :P hehehe makasih ya dear

@Wandha: lempar tisue buat bumil,, jangan nangis donk yaaa, kasian dong dedeknya kalo bunda nya nagis :D aku kan kuat buktinya aku sudah tak sabar untuk segera bikin adeknya GAZA #eh :P makasih sayang doanya..smg Allah mengijabah dao baik ini.. Allahumma aamiin

@Zilha: "Oh ya terimakasih ya mbak zilha, mana kadonya tolong dititipin ke anis ya" -> mewakili kata-kata suami dan siap menampung kado *biggrin* hehehe.. terimakasih ya tayounnnnk untuk doa baiknya.. semoga Allah mengijabah doa baik ini Allahumma aamiin... kamu yang sehat yaaa... *cipokdedekbayidiperutzilha*

@Yanti: ahhh yantiii..aku berasa cinta fitri yang didzalimi mischka deh bisa bikin kamu berkaca-kaca :p hehehe... makasih ya sayangku untuk doa baiknya, semoga Allah SWT mengijabh doa baik ini *teriak AAMIIN yang kenceng* ha..kalo itu mah aku redih sekaliiiiih.. *mesemmesemmintadikepret bhihihik..

Annisa Rizky said...

@Ratna: InshaAllah aku dan suami ikhlas dan tawakal dengan ketetapan Allah ini, terimakasih ya sayang untuk doanya :) semoga Allah SWT mengijabah semua doa baik ini AAMIIN YA RABB..

@Uchie: Bumil kamu ndak boleee nangis lebih baik kamu munmun aja, ini aku kasih selusin kresek item #mintadijepretsamauchie #maapyak #saliman hehehe... makasih sayang doa baiknya ya.. semoga Allah SWT mengijabah semua doa baik ini Allahumma Aamiin>> kamu yang sehat ya.. dear enjoy with ur hiperemesis period yaaaa.. *ketjupketjupdedekbayidiperutmusupayasehat,kuat,cerdasdanpintar*

@Andyn: yesssss believe me dear.. i can through this period *senyumsumringahsambilnyiumnyiumdedekdiperutandyn* makasih ya sayang kamu yang sehat yaaa...

@Dians: Allahumma aamiin :) makasih ya sayang :* inshaAllah aku ikhlas lahir&batin

@sharleen: makasih tayooounk.. *pelukeraterat*

@Manda: lempar tissue buat lap ingus :P hehehe... makasih ya sayang untuk doa baiknya.. dan kamu pun juga segera hamidun.. Ya ALLAH kabulkan lah semua doa bail ini.. Allahumma aamiin.. :* (ohya lupak...mana kadonya manda :p hehehe)

Annisa Rizky said...

@Nella: sepertinya sayah typo...moso sayah mau perut kamuh..lha wong perut sayah sendiri sudah besar dan cukup dibagi_bagi tetelannya buat tetangga-tetangga :D hihihi...

Annisa Rizky said...

ini kayanya banyak banget typonyah.. efek ngetik gak pake mata kaca *tepokjidad* tapi saya yakin yang baca tulisan saya kan IQ nya diatas 300 semua, pastilah ngerti yaaaa,,, hahahahaha..

Selina Ayuningtyas said...

ya Alah,, sabar ya say.. kita ga pernah tau rahasia Allah.. jangan lupa istirahat ya, biar bisa pulih lagi tenaganya..

Annisa Rizky said...

@Selina: Makasih sayang..InshaAllah ini merupakan ketetapan Allah SWT yang terbaik dan inshaAllah aku&suami ikhlas menjalaninya, doakan yaaa...

Nenny Kartowardoyo said...

aniss....aq nangis bacana dear....

walaupun aq ga ngalami sndr tapi aku ikut2an sedih baca blog kamu. pokokna Allah SWT punya rencana indah buat anis ma suami, buat kita smua juga...

Tetep senyum ya anissss bu dokter cantik.... tetep semangat yaaaa

peluk erat anissss

Annisa Rizky said...

@Nenny: *lempartissuebuat nenny* iya sayang.. aku percaya koq keputusan Allah ini inshaAllah yang terbaik buat kedeoannya, inshaAllah aku dan suami ikhlas :) doain ya sayang, semoga kamu pun juga segera dikaruniai momongan ya.. Allahumma aamiin.. makasih yaaa nen.. :*

anniePrasetio said...

Nisa....
udah lama gak baca/dgr km, tau2nya aku malah baca yg ini.Pantesan dr kmaren2 mau kabar2an sm km, kok ndak bisa2.
Ikutan mewek di kantor d..hiks..hiks..Maaf, aku telat taunya.
Semoga Allah segera memberikan kalian adik2nya Gaza.
Meski memang berat rasanya utk sabar (yakin d, aku jg ngalamin jg soalnya), tp cm itulah yg bisa kita lakukan..
Sabar&pasrah aja ya Say, ini semua pasti ada hikmahnya&yakin kalo Allah pasti akan mdengar doa2 kita.Aamiin...
Yuk kita berjuang sama2, km gak sendirian kok..*bighug*

Annisa Rizky said...

Mbak Anie.. YM ku udah lama error mbak :( jd gak bisa cerita-cerita sama mbak, mbak gmn kabarnya?
Iya mbak sayang.. Makasih ya.. InshaAllah aku ikhlas.. InshaAllah ini ketetapan اَللّهُ SWT yang terbaik untuk kedepannya :) InshaAllah bila saatnya tepat اَللّهُ SWT akan menjawab doa-doa kita.. aamiin YRA
Mbak annie juga semangat yaaa... *pelukeratmbakanie*

yohansamudra said...

Ca.. semoga nanti baby G digantikan Allah dengan bayi yang sehat, dan sholeh/sholehah.. Sabar ya, Allah maha mengetahui segalanya kan.. Nanti akan ada baby next G lainnya, atau pun baby G shock. *hohoh.. jadi nyebut merk2 jam tangan begini.. hahah..

you'll be okay.. this too, will pass. salam buat yang namanya dicantumkan di blog ini yah.. "say my Hi to Ramadhan" ;p

desieria said...

Aniiiissss, baru baca surat cintanya. #mewektengahmalam :(
GAZA pasti udah tenang di surga dan menanti kumpul kembali di surga nanti..
Semoga cepet dikasih adek GAZA ya, yang cumungut bikinnya hehe, inget yg rileks bikinnya #lohyangtingtingngajarinyangahli :D

anniePrasetio said...

ooo...pantesan YM km off trs..
kabarku alhamdulillah baek2 aja&tentunya msh trs semangat :D
aku ada wassap..mari kita ber-wassap ria yuk..
tetap semangat ya ^v^ *pelukeratjg*

Annisa Rizky said...

@Yohan: Hooo..fotografer priwitku komentar aheeey... Iya yo..inshaAllah pasti bisa melalui semua ini.. Doain ya yo.. Smg اَللّهُ sgr kasih adeknya baby G yang sehat,sempurna,sholeh/sholehah..aamiin ya rabbal alamiin..
Yo..biar gue gak sedih hibur gw dong kasih hadiah baby-G (jamtangan) sebijik ajah *kedipkedip* bhihihik..

@Desi: Ah kamu serem amet..mewek tengah malem, ntar dikira tetangga mbak kunti lagi maen-maen loh.. Hiiiiiiy.. :P
Iya..desi makasih yaaa.. Pastinja dong saya tak sabar untuk segera bikin adeknya GAZA, doakan yaaa..

@Mbak Annie: iya mbak gak tau knapa YM nya gak bisaa dipake :( hayuuuk whatsapp an aja, mbak kirim no nya ke emailku yaaa.. Annisa.rizky.afrilia@gmail.com *tetetupsemangatyambak*

ourNewLife said...

kalo aku bilang Alhamdulillah nies, kamu dianugerahi suami yang setia lahir batin, alias setia mendampingi kamu tidak hanya di saat sehat, tapi juga di saat kamu sakit.

Aku yakin kmu kuat, cepat dikaruniai baby lg :) karena ada suami yang sangat setia di samping kamu.

you`re very lucky darling, karena di luar sana ada banyak suami yang tidak bersedia mendampingi istrinya di saat suka& duka, di saat sakit& sehat,dan di saat susah & senang

Annisa Rizky said...

@OurNewLife: Iyaaa say makasih doanya yaaa... Alhamdulillah Allah kasih aku rejeki suami seperti suamiku ini, semoga suami mu un juga menjadi imam yang baik bagi keluarga yaaa... :*

ovie siivio said...

hikss.hiiks...
sabar yaa bunda anis
apa yg bunda rasain sama dengan moment kehamilan pertamaku.
3bln kemarin saya mescram dengan usia kandungan 6-7mgg dan saat itu tepat menjelang hari idul adha dmna takbir-takbir berkumandang mlm itu saya gelisah bnget gak bisa tidur optimis biar dedek kuat di dlm kandungan tpi allah berkendak lain saat itu saya merasakan sesuatu kluar dari rahim saya. dan saya trus beristighfar tpi allah berhendak lain,allah memanggil "EGGY ADHA" dan saya harus ikhlas.rsanya sedih banget saat detik* kepergiannya "EGGY ADHA" saat itu melihat suami terlelap tdurnya sampai saya mersa kasian banguninnya.sampai akhirnya pagi hari saya ke kamar mandi untuk biang air kecil gumpalan darah itu jatuh di tepat hari idul adha dmna keluarga sibuk prepare berangkat ke masjid dan akhirnya saya memanggil suami dan menunjukkan bahwa si DEDEK udah pergi ninggalin kita.hiks....hiks..
saat itu DSOG pada ttup karena hari besar tgl merah sampai akhirnya esok hari saya ke DSOG dan di USG.
tpi alhamdulillah "EGGY ADHA" saat keluar dari rahim saya itu pinter banget tanpa saya mersakan sakit yg dahsyat dan gak perlu di kuret.. (Cz kata org sakitnya keguguran itu lebh dahyat dripada ngelahirin normal)
yaaa semoga bulan ini atau buln depan allah memberi ganti dan menurunkan anugrah malaikat kecil serta memberikan kepercayaan kembali kepada saya n suami untuk menjadi seorg ibu dan ayah.amiin...amiin ya robbal alamin...