Surat Cinta Untuk Suamiku


SELAMAT ULANG TAHUN SAYANGKUUU...

Cieciecie..ulang tahun pertama sebagai suami dan calon ayah (tadinyaaa..inshaAllah segera *aamiin YRA*)

Akkk.. Aku pengen nangis lagi deyh... Inget seminggu yang lalu bilang kalo kehamilan aku itu hadiah terindah buat kamu. Lalu kita berdua pun langsung kasih nama janin yang ada dirahimku waktu itu dengan nama "GAZA". Do u still remember dear.. Awal juni 2011, di perjalanan pulang menuju depok, aku,kamu dan panji. Saat itu panji baru ditelpon sama anaknya, teruslah panji ngebahas masalah anak dan tau-tau ngebahas nama anak (padahal loh ya..kita belum memutuskan fiks nikah di tahun 2011). Terus-terus aku inget banget tau-tau kamu bilang "kalo gw punya anak nanti 'nji, mau gw kasih nama GAZA, buat gw nama itu ngegambarin perjuangan dan semangat" lalu endebre endebre..

Gak nyangka yaaa.. Obrolan di sore hari tepat 1tahun yang lalu nyaris menjadi kenyataan.

Semua nyaris menjadi kenyataan ya suamiku...
Kala aku ngebangunin kamu dan nunjukin hasil testpack aku, semua terasa indah, sampai kita harus terbangun dari mimpi indah kita di senin pagi. Yaaa.. di senin pagi menjelang siang, ketika aku menemukan flek cokelat seujung kuku itu. Dan tanpa ba-bi-bu kamu langsung ajak aku ke RS terdekat, dan gak pake pilih-pilih mau DSOG yang mana. Waktu itu DSOG langsung melakukan USG Transvaginal, DSOG gak nemuin kantong janinnya, lalu menganjurkan beberapa pemeriksaan laboratorium. Waktu pulang dari RS dan kamu bilang "rabu kita ke dr.bote lagi yuk" akupun setuju denganmu, aku ngerasa kurang puas, kurang puas ketika semua pertanyaanku dan kamu hanya dijawab "kita lihat dari hasil pemeriksaannya ya", kurang puas ketika DSOG tersebut tidak inisiatif memberikan terapi preventif berupa obat penguat kandungan. Hmmm.. Aku juga nyesel, kenapa kemarin aku gak inisiatif untuk beli cygest sendiri. Akhirnya selasa siang kita balik ke RS itu untuk ambil hasil lab dan konsultasi, cuman pas aku nunggu kamu yang lagi ambil hasil lab, aku ngerasa ada sesuatu yang mengalir dibawah sana, aku langsung cek ke kamar mandi. Dan... Aku lihat warna merah darah segar. Ya اَللّهُ rasanya kaki ini langsung gak napak. Aku dengan lemas menghampiri kamu yang masih menunggu hasil lab dan menceritakan hal yang baru saja aku alami, kamu pun membalas semua kegelisahanku dengan senyumanmu yang membuat aku tenang. Setelah hasil lab kita dapatkan, kita langsung antri menemui DSOG yang kemarin. Dalam kecemasan yang amat sangat, kamu genggam tangan aku dan mengatakan "Bunda.. GAZA sehat,kuat dan pinter, bunda jangan sedih ya" setelah itu kamu mengajak aku ngaji supaya hati ini lebih tenang. 
Tiba saatnya kita masuk ke dalam, DSOG membaca hasil lab dan mengucapkan selamat karena berdasarkan hasil lab aku hamil 4-5minggu, entahlah saat itu aku ngerasa hasil lab yang dikejar DSOG itu sia-sia saja. Terlebih ketika aku bilang aku baru saja keluar darah segar dan DSOG tersebut tidak melakukan tindakan apapun, yang mana seharusnya dilakukan pemeriksaan dalam untuk ngecek sumber perdarahan, apakah ostium nya terbuka atau tidak. DSOG itu hanya meresepkan CYGEST dan DUVADILLAN, yang seharusnya itu udah diresepkan dari kemarin. Aku pun ngerasa gak nyaman disitu dan ngajak kamu buru-buru pulang, terlebih lagi jika teringat tawa DSOG tersebut ketika membicarakan kemungkinan terburuk akan keguguran yang mengancam keselamatan janinku (HEY..WHERE'S U'R EMPATHY SIR? ya Rabb.. padahal aku ini teman sejawatnya, sudah  seharusnya dia memperlakukan teman sejawat seperti saudara kandung, tapi ini? gimana coba kalo aku ternyata bukan teman sejawatnya.. Ya Rabb jagalah aku dan suamiku agar kami tidak akan pernah bertindak seperti itu kepada pasien kami *aaamiin YRA*). Selama diperjalanan menuju rumah, aku nangis gak berhenti-berhenti, dan kamu pun terlihat panik dengan keadaanku. Namun kamu itu yaaa.. meski aku sudah sangat-sangat pesimis dengan keadaan GAZA, kamu masih tetap optimis.

Di rumah aku benar-benar bedrest, diperlakukan seperti princess olehmu. Makan dan minum kamu suapin, ke kamar mandi yang cuma seuprit kamu gendong, kamu bener-bener ngerawat aku 100%. Rabu pagi, saat kamu mau berangkat kerja, kamu nampak gelisah teramat sangat, kamu ragu-ragu berangkat atau enggak, dan setelah aku bilang "inshaAllah bunda dan GAZA kuat ayah, ayah tenang aja", kamu pun memutuskan untuk berangkat. Namun sebelum ashar kamu udah sampai rumah tanpa memberi tahu aku, karena kalo kamu ngabarin aku, kamu tau pasti aku bakal marah-marah dan ngelarang kamu pulang. Tapi mungkin اَللّهُ menghendaki kamu pulang sebelum ashar, karena setelah ashar, perut aku mules gak karu-karuan dan setelah dicek perdarahanku makin deras. Ya اَللّهُ aku sungguh takut kehilangan GAZA. Dari kemarin meskipun bleeding aku tenang-tenang saja karena aku gak ngerasain yang namanya mules. Berharap rasa mules ini menghilang tapi malah semakin lama semakin parah rasanya. Ya اَللّهُ smua tanda-tanda abortus sedang aku alami saat itu, intensitas mulas semakin meningkat dan aku pun makin pasrah, aku pun tanpa sadar mengucapkan "GAZA sayang.. Bunda tau koq, GAZA mau ninggalin ayah&bunda, inshaAllah nak bunda ikhlas, pergi dengan tenang yaaa 'nak.. Keluarlah dengan baik-baik dari rahim bunda supaya bunda gak perlu dikuret ya sayang"

Akhirnya, setelah kamu menelpon dr.Bote, aku,kamu dan bapak bergegas menuju RSIA Tambak. Wooow depok-manggarai di jam pulang kerja, semoga اَللّهُ memudahkan.

Ditengah perjalanan menuju RS, dan diiringi suara adzan maghrib, aku merasakan sesuatu yang besar telah keluar dari rahimku. "Gaza..kamu udah pergi ninggalin ayah&bunda ya nak.. Indah sekali nak kepergianmu diiringi suara adzan maghrib, selamat jalan anakku sayang, tunggu ayah&bunda di pintu syurga اَللّهُ ya sayang, inshaAllah kita akan segera dipertemukan kembali di waktu yang lebih baik, bunda sayang GAZA". Tanpa aku sadari air mataku menetes, dan kamu pun segera menggengam tanganku "kenapa bunda" akupun menjawab "GAZA udah pergi yah barusan, inshaAllah bunda ikhlas yah" dan kamu pun mengenggam tanganku semakin erat.

Masih di perjalanan menuju RS, masih berjuang melawan kemacetan jalanan ibukota di jam pulang kerja, setelah kondisiku lebih tenang aku mengabari ibu,dek ria,dek rizky,mamah, teh lia dan tante utiek. Setelah itu aku mengganti status ‎​ввм ku dengan kalimat "‎​اِنّا لِلّهِ وَاِنّا اِلَيْهِ رَجِعُوْنَ ". Tak lama setelah itu serbuan ‎​ввм dan mention twitter masuk, aku balas ввм dan mention mereka satu persatu dengan senyuman, namun ketika ibu nelpon air mataku langsung tumpah ruah dan tanpa aku sadari aku pun langsung menjerit "ibuuuuu..". Ya اَللّهُ disaat seperti ini aku butuh ibuku, maafin aku ibu kalo selama ini suka ngebantah ibu, padahal setelah aku ngalamin beratnya perjuangan mempertahankan GAZA yang belum seberapa dibanding perjuangan ibu mengandung dan merawat aku, aku jadi sadar betapa berat perjuangan menjadi seorang ibu, profesi paling mulia, beruntunglah kalian yang telah dipercaya اَللّهُ menjalankan profesi mulia tersebut, jangan pernah mengeluh ya :).

Setelah telpon dengan ibu ditutup, aku pun mendadak sesak nafas. Sambil nyetir kamu sibuk cari ventolin. Beberapa kali ventolin disemprot, nafasku belum kembali normal. Bapak pun mengingatkan aku untuk berdzikir dan meminum air zamzam supaya aku lebih tenang.

Pukul 19.15 akhirnya tiba juga kita di RSIA Tambak. Turun dari mobil sambil digendong bapak, aku dinaikkan ke kursi roda kemudian dilarikan ke VK dan jadi pusat perhatian orang-orang. Gak pernah mimpi sekalipun aku akan ngalamin kejadian seperti ini. Masuk ke VK jantungku semakin berdegup kencang, kamu menggenggam tanganku erat. Semakin kencang saat bidan-bidan itu memasukkan spekulum ke dalam vagina aku. Kamu tau gak rasanya gak enak banget, meski aku udah pernah ngerasain sebelumnya, entah kenapa yang kemarin itu terasa begitu menyakitkan. Nahan sakit dan berusaha nahan semua rasa yang berkecamuk didada ini, menghasilkan sesak nafas dan takikardi. Dan dalam ketakutan itu akupun berbisik padamu "Ayah bunda takut dikuret" kamu pun menjawab ketakutanku dengan penuh tenang "inshaAllah bunda gak perlu dikuret". Sesaat setelah kamu ngomong sperti itu, bidannya bilang kalo perdarahannya udah berhenti, ostiumnya udah ketututup, jaringannya udah keluar, dan sudah dibersihkan sisa-sisa darah dan jaringannya, kemudian bidan tersebut memasukkan jaringan (GAZA) ke dalam pot dan memberikan pot itu kepadamu, dan aku pun melihat kamu menitikkan air mata ketika menggenggam pot itu, aku tahu suamiku kamu pun sama sedihnya seperti aku, tapi kamu tetap berusaha menghibur aku, supaya aku pun kuat sepertimu.
Setelah itu, aku-kamu-bapak dan ditemani beberapa bidan menuju ruang periksa dr.Bote. Gak pake nunggu lama kita langsung masuk ruangan dr.Bote. Masuk ke dalam ruangan dr.Bote disambut senyum hangat beliau "anis sabar ya sayang, oh iya dhan.. Maafin aku ya kemarin lupa nelpon kamu lagi, ayo nis kita cek dulu ya sayang". Dan hasil usg transvaginal menunjukkan sisa jaringan di rahim tinggal sedikit, cukup dibersihkan dengan obat saja. Alhamdulillah gak perlu di kuret, terimakasih ya اَللّهُ. GAZA pinter ya suamiku. Dia tau banget kalo bunda nya takut di kuret.

Selesai usg transvaginal, dr.bote pun memberikan motivasi supaya aku gak kelamaan sedihnya, terus dr.Bote juga ngedoain kita supaya tahun depan bisa lanjut PPDS (ayo teriak AAMIIN YA ALLAH yang kenceng).

"Nis..kamu jangan jaga dulu ya..apa perlu saya bikinin surat untuk dr.Judi? Ohya..Ramadhan kapan balik ke kalimantan nya" entah kenapa yaaa.. Sugesti atau gimana tapi tiap kata yang meluncur dari mulut dr.Bote itu membuat hati adem ayem, kamu setuju kan suamiku? Bahkan dr.Bote pun ngeh kalo saat itu aku sesak nafas, beliau langsung mengganti obat yang kemungkinan berefek samping mendepresi pernafasan, kemudian beliau juga mengajurkan supaya aku dinebu dahulu sebelum pulang.

"Oke nis..dhan.. Ketemu minggu depan ya.. Terserah mau di ASRI atau disini, anis inshaAllah kamu kuat ya sayang" penutup kalimat dr.bote sambil memeluk aku.

Ternyata diluar, sudah ada mamah mertua dan kakak ipar. Mamah langsung meluk aku kenceng. "InshaAllah kuat ya geulis". Aku liat mamah meluk aku sambil nahan nangis, sama kaya kamu ya suamku :). Terimakasih ya اَللّهُ aku dikaruniai suami, mamah mertua dan kakak ipar yang baik seperti mereka *sujud syukur*.

Akhirnya pukul 21.00 setelah selesai nebu dan urusan administrasi juga obat-obatan beres, kita pun pulang. Mamah pulang sama abang, kita bertiga pulang menuju depok ditemani hujan deras. Mungkin langit pun turut bersedih dengan kepergian GAZA.

Suamiku.. Aku dengar suara isak tangis kamu disaat kamu sholat, aku tahu kamu pasti sedih kan? Kamu sama sedih dan kecewa nya seperti aku. Ketika aku tanya apa kamu sedih dan kamu pun menjawab "aku nikahin kamu karena aku sayang kamu, aku mau menunaikan sunah Rasul bersama kamu, sedangkan anak itu bonusnya". Huaaa kamu bikin aku jadi nangis suamiku.. Etapi kamu malah marahin aku pas aku nangis lagi. Karena setiap nangis aku pasti sesak nafas. Dan bener deh semaleman aku gak bisa tidur karena sesak nafas. Kamu maksa untuk bawa aku ke UGD, cuma aku tau kamu cape dan lebih baik di rumah saja aku  pun juga
lebih tenang. Dan beneran kan kamu cape, dalam hitungan menit pun kamu sudah lelap tertidur. Dan aku masih berjuang supaya bisa rileks, supaya bisa nafas dengan teratur. Kamu tau kan aku gak pernah sesak nafas sampai gak bisa tidur semaleman kaya gini. Terakhir kali sesak nafas 4 tahun yang lalu, pas masih koas dan lagi ujian interna, beberapa hari gak tidur ditambah batuk pilek, saat itu seperti biasa sepulang sholat taraweh aku lanjut belajar (karena lagi ujian) namun entah kenapa tiba-tiba aku mendadak sesak nafas, trus aku pun telpon kamu, kamu yang di jakarta panik dan nyuruh hafezd ke kosan aku tengah malem beliin obat asma untuk aku. Betapa kamu sayang sama aku yaaa.. Meski jarak memisahkan kita, kamu tetap gak keabisan akal untuk selalu siap sedia ngejaga aku, betapa beruntungnya aku ‎​♥.̮♥

Pagi harinya kamu terbangun dan sadar kalo aku gak tidur semaleman karena sesak nafas. Kamu lalu pamitan pergi dan pulang membawa alat nebu beserta obat-obatan. Sebelumnya kamu suapin aku sarapan dulu baru kemudian nyuruh aku minum obat, padahal aku bener-bener gak mau minum obat karena aku trauma, gara-gara aku minum obat, aku kehilangan GAZA. Tapi kamu malah bilang "Gimana kamu mau siap untuk hamil lagi, kalo kamu gak berusaha nyiapin kondisi fisik dan batin kamu 100%" jederrrrr bangettt ya kata-kata kamu, akhirnya demi pulih 100% aku pun meminum obat dan kamu siksa dengan racikan nebu kamu itu (beneran deh itu bikin tenggorokan aku perih, mana banyak banget). Dan setelah selesai dinebu, aku pun bisa tidur nyenyak dan terbangun menjelang maghrib.

Hooo.. Apa ini efek tidur sepanjang siang tadi atooo karena hal lainnya jadinya sekarang aku gak bisa tidur. Kemarin aku gak bisa tidur karena sesak nafas, tapi kalo malam ini.. Sepertinya aku baru menyadari kesedihan yang luar biasa.

Baru menyadari setelah mencoba mempertahankan selama 3hari kemarin agar GAZA tetap kuat di rahimku sampai 8bulan kedepan, akhirnya GAZA pergi meninggalkan kita suamiku..
GAZA pergi dengan indah diiringi adzan maghrib yang berkumandang, dan kepergian GAZA pun tidak meninggalkan sakit untuk bundanya, GAZA pinter ya suamiku..
Dan sadar kah kamu suamiku.. Kemarin malam, selepas kepergian GAZA jakarta-depok diguyur hujan deras, mungkin langit pun bersedih dengan kepergiannya ya suamiku..
Suamiku.. Meski اَللّهُ hanya mengijinkan waktu yang sekejap antara kita dengan GAZA, tapi aku sangat bersyukur dengan kehadiran GAZA yang sesaat. Kamu sadarkah.. Kalau GAZA itu merupakan hadiah umroh terindah dari اَللّهُ untuk kita. Bagaimana gak indah coba, disaat diluar sana begitu banyak calon ibu mengharapkan kehamilannya, اَللّهُ memberikannya padaku, padahal kamu pun tau kalo PCO dan endometriosisku belum sembuh dan belum diobati. Iya suamiku.. اَللّهُ mengabulkan doa-doa kita saat kita sujud di depan ka'bah tempo hari, tetapi اَللّهُ mengabulkan doa-doa kita dengan cara yang terbaik menurut اَللّهُ bagi kita nantinya. اَللّهُ memberikan ini pada kita, karena اَللّهُ akan segera mengabulkan doa-doa kita yang lainnya. اَللّهُ sangatlah baik pada kita suamiku.. اَللّهُ pun menjaga GAZA dengan mengambil GAZA kembali dari kita dengan tujuan supaya GAZA kelak menjemput kita di pintu syurga.
Sungguhlah kita ini termasuk orang-orang yang beruntung, orang-orang yang diberi kepercayaan memiliki tabungan di akhirat nanti, alhamdulillah ya اَللّهُ .. *sujudsyukur* (Maka nikmat Tuhan kamu yang  manakah yang kamu dustakan QS. Ar-Rahman:13)

Suamiku.. Mungkin kemarin-kemarin aku begitu ingin hamil hanya karena "status". Yang mana begitu banyak orang diluar sana dengan "kebanyakan perhatian"nya pada kita, sibuk nanya apa aku sudah hamil atau belum. Aku pun termotivasi ingin cepat hamil hanya demi "kata orang" bukan karena "aku sudah siap lahir-batin menjadi seorang ibu". Astagfirullah.. Apakah ini teguran karena terbesit setitik kesombongan dengan kehamilanku kemarin. Iya suamiku.. setitik kesombongan yang mungkin gak aku sadari. "Ini-loh-gw-yang-kemarin-lu-tanyain-kapan-hamil?Akhirnya-gw-hamil-juga-nih". Astagfirullah..ampuni hamba ya Rabb..

Padahal ya... Setelah aku merasakan nikmatnya hamil, hamil Itu bukanlah kebahagiaan ketika melihat 2garis di testpack, sibuk memilih DSOG, sibuk ini itu yang gak jelas, tetapi hamil itu lebih ke sebuah perjalanan baru yang mengharuskan kita siap dengan segudang perbekalan, bekal lahir dan batin, karena kelak dari rahimku sebuah kehidupan baru terbentuk. Bagaimana kelangsungan kehidupan baru itu nantinya, itu semua tergantung keadaanku saat aku mengandungnya selama 9bulan.

Iya... Aku menyadari koq, mungkin kemarin aku belum siap dengan kehamilanku, buktinya aku telat menyadari kehamilanku, instingku sebagai wanita pun kurang peka, aku juga masih egois lebih mementingkan segala urusan ku sendiri daripada mengutamakan keselamatan dan kesejahteraan janin yang ada di rahimku.

Akan tetapi... Bila telah tiba saatnya اَللّهُ memberikan rejeki itu kembali pada kita, inshaAllah aku akan siap lahir&batin 100% menyandang profesi mulia sebagai ibu.
"Hey GAZA anakku sayang, tolong sampaikan kepada اَللّهُ ya nak, supaya اَللّهُ segara kirim adek baru untuk bunda, terimakasih sayangku"

"GAZA..Meski kebersamaan kita hanya sementara waktu, tapi begitu banyak pelajaran berharga yang kamu berikan untuk bunda, terimakasih anakku sayang.. Selamat jalan GAZA ku sayang, tunggu ayah-bunda dan adik-adikmu di syurga ya nak.. Sayang bunda selalu untukmu 'nak"

Terimakasih juga untuk suamiku sayang.. Ayahnya GAZA.. Aku sungguh-sungguh beruntung menjadi istrimu, selamat ulang tahun sayangku.. InshaAllah ulangtahunmu sekarang menjadi awal yang indah untuk hari ke depannya, dan semoga apa yang kamu cita-citakan di tahun ini dapat tercapai, semoga اَللّهُ senantiasa melindungimu dan meridhai tiap langkahmu suamiku.

Dan inshaAllah ulangtahunmu tahun depan, kamu resmi menjadi seorang Ayah.

Aamiin Ya Rabbal Alamin


Istri Dunia&Akhiratmu (Aamiin YRA)

Annisa Rizky Afrilia



PS: terimakasih tak terhingga untuk teman-teman blogger untuk semua doa baiknya dan juga supportnya.. terimaksih ya sayang-sayangku.. semoga Allah pun mengijabah permohonan kalian *aamiin YRA*

Gak pernah setakut dan sekhawatir ini :(

Senin, 16 april 2012
I: "koq aku td siang dpt flek tapi gak kluar lagi ya, sholat gak ya"
S: "tetap sholat"
Saat itu saya sangat berharap klo flek tsb merupakan tanda-tanda nidasi

Selasa, 17 april 2012
I: "ternyata aku dpt beneran"
S: "ya udah gpp, Alhamdulillah.. drpd dpt nya minggu dpn pas umroh"
:(

Jumat, 20 april 2012
Padahal sempet ngarep di hari ulang taun, saya dapat kado istimewa dari Allah SWT, tapi ya mungkin menurut Allah SWT ini blm saat yang tepat bagi saya dan suami menjadi orang tua, dan kalo sampai 1th saya belum hamil juga mungkin memang saya harus laparoskopi.

24 april 2012 - 2 mei 2012
Umroh

Sabtu, 12 mei 2012
Dari sejak umroh, saya batuk, pilek, demam, bahkan sesak nafas belum sembuh-sembuh juga. Saya jarang sekali batuk, tapi sekalinya batuk, bisa sampai 1bulan. Buat saya sangat-sangat ganggu kalo saya meriksa pasien dalam keadaan batuk, karena menurut saya itu bisa mengurangi kepercayaan pasien terhadap saya. Jadi saya minum obat batuk sirup pun udah kaya minum air putih sangking pengennya cepet sembuh.

Rabu, 16 mei 2012
Klo liat kalender seharusnya kan tanggal-tanggal segini udah dapat haid ya.. Yacuman kan siklus saya ajaib kadang 30hari, kadang 28hari, kadang 36hari, yaaa jadi saya tenang-tenang sajooo..
Hari ini juga merupakan hari kerja terakhir sebelum long wiken dan hari ini pasiennya luar biasa cem macem sakitnya dan buanyak, akhirnya baru bisa pulang jam 10pm terus nganterin perawat dulu ke rumahnya di cijantung. Selama perjalanan saya ngerasa mual, padahal biasanya juga gak pernah makan malam gak kenapa-kenapa, dan ini tadi juga sebelum pulang sempet makan sate, terus kenapa tumben maag nya kambuh gini. Makin lama mualnya makin gak tahan dan muntah di perjalanan.

Jumat, 18 mei 2012
Ibu dan mamah mertua menanyakan apa bulan ini saya sudah dpt haid? "Alhamdulillah belum"
Dan..dan..dan.. Pertanyaan itu berfek samping..

#part 1: saya, ibu dan temen ibu ϑì sebuah pesta nikahan anak teman ibu
Teman ibu: "gmn mbak.. Anis udah isi belum?"
Ibu: "Alhamdulillah udah, udah 1bulan, doain ya"
Saya: (dalam hati) hapaaaaah...testpack ajah belum.. Haduh ini emak gw
#part 2: saya dan mamah mertua
Mamah: Lg jaga dimana geulis, jangan cape-cape ya.. Dijaga kandungannya
Saya: (dalam hati) mah...anis belum testpack dan belum tentu hamil loh...
#part 3: ibu dan teman ibu
Ibu: mbak koq gemukan
Teman ibu: iya bu saya lagi hamil
Ibu: Alhamdulillah, selamat y mbak.. Udah berapa minggu
Teman ibu: 6minggu bu, anak ibu gmn udah isi blm
Ibu: Alhamdulillah udah mbak, sama 6minggu juga
*yassalaaaaaaam..

Minggu, 20 mei 2012
Karena senapsaran gara-gara si emak dan mamah mertua akhirnya habis subuh saya nyoba testpack dan hasilnya negatif pemirsah. Ihiiiiiks... Ini gimana coba ngomongnya ke ibu dan mamah ;"(

Rabu, 23 mei 2012
Sejak kejadian seminggu yang lalu, hampir tiap malem selalu mual, dan karena udah testpack negatif jadi yakin banget ini maag kambuh, kayanya ini stress mikirin KPR deh, karena yakin maag saya berani minum ranitidin.
Errr.. Selain maag yang menggila hampir tiap malem, akhir-akhir ini nafsu makan saya pun jadi extra ruar biasa, minum pun juga makin banyak, jadinya bolak-balik bak trs, trus... Koq akhir-akhir ini juga gampang lemes. Haduuuh koq ini horror yaaa.. Kaya gejala DM... Gampang laper+haus, Srg BAK, Mudah lelah *yasalaaam. Akhirnya cek gula darah sewaktu... Normal loh hasilnya, terus kenapa inih...

Sabtu, 26 mei 2012
Udah hari ke 40 dan saya belum dpt haid juga, waduuuh belum pernah telat selama inih.. Jadi dag dig dug..
Nyoba testpack lagiii...
Hasilnya ‎​klo kata buku petunjuk sih positif, tapi takut salah, karena saya make testpacknya juga asal-asalan tadi, berdoa sajalah inshaAllah kalo rejeki gak akan ketuker.

Senin, 27 mei 2012
Nyoba test pack lagi dan sekarang udah agak pinteran makenya (selama nikah ini baru kali ke4 saya pake testpack).
Dan hasilnya.. Alhamdulillah ya Allah.. Positif dengan jelas banget tandanya.

Sampai tempat kerja, mau cek urine di lab. Eh tapi reagentnya habis yaajadi kepaksa pake testpack biasa. Dan hasilnya negatif mosooooooooooo...
Terus terus terus... Si laboran bilang kalo hasil positif sebelumnya mungkin positif palsu ‎​ƪ(-̩̩̩-̩̩̩_-̩̩̩-̩̩̩)ʃ‎​‎​
Nahan banget pengen nangis, cuma yaaa ini koq pasien gak ngerti apa yaaa saya lagi shock koq dateng gak berhenti-berhenti sik..
Sambil meriksa, saya sibuk bbm-an sama Ny.Dajul (nella), nella menyarankan saya untuk beli 2 testpack lagi.
Siang, suami datang bawa 2 buah testpack, langsung saya coba dong.. 

Dan hasilnya hamdallah positif. Terima kasih ya اَللّهُ
Cium-cium nella sampe basah

Selasa, 28 mei 2012
Laboran yang jaga malem kasih saya testpack karena senapsaran sama hasil kemarin. Langsung saya testpack saat itu juga (10pm) dan hasilnya hamdallah positif...  *sujud syukur*


Rabu, 29 mei 2012
Siangnya saya iseng-iseng testpack pake testpack yang merknya sama kaya testpack hari senin yang hasilnya negatif.
Dan hasilnya jrengjrengjreng...
Positif
*sujud syukur*

Kamis, 30 mei 2012
Sore harinya jadwal ANC pertama saya dengan dr.Botefilia,Sp.OG ϑì RS ASRI.
Dan hasilnya... Nampak kantung janin berbentuk ouval / colaps.
Kemungkinan janin bertahan dengan kondisi ini 30%. (Nahan nangis*1). Dr.Botefilia,Sp.OG menjelaskan penyebab kantung janin colaps adalah konsumsi obat-obatan di minggu 1-2 kehamilan, yang mana kita belum tau kalo hamil kan pemirsah, dan emang kemarin-kemarin saya minum obat batuk pun kaya minum air putih (makin nahan pengen nangis*2)
Cuman.. Karena siklus saya yang tidak teratur dan memanjang, jadi mungkin usia janin gak sesuai dengan usia kehamilan menurut HPHT. Lalu dr.bote menyarankan 2minggu lagi kontrol untuk liat gimana perkembangannya. Kemudian saya dianjurkan untuk bedrest, banyak minum air putih dan dikasih resep as.folat 5mg dan ascardia. Di penghujung perjumpaan dengan dr.Bote, dr.bote bilang sama saya "Berdoa ya nis, minta yang terbaik sama Allah" dannn.. Begitu keluar ruangan dr.Bote, air mata saya pun langsung banjir. Saya gak berhenti-berhenti nangis, selama di perjalanan menuju rumah saya pun masih terus menangis. Saya kemudian curhat di grup bridezilla, Alhamdulillah punya teman-teman seperti kalian, smg doa-doa baik kalian diijabah Allah SWT ya sayang-sayangku.. Makasih nella,zilha,andyn,ndha,uchie,
lira,nenny,indri,adisty,mandha,desi,alin,nitya,aka,brenz ciumin kalian satu per satu, aku sungguh-sungguh terhura dengan support kalian, smg اَللّهُ membalas kebaikan kalian ya sayang-sayangku :*

Jumat, 1 Juni 2012
Seharusnya hari ini saya bedrest, tapi dari bulan maret 2012 saya udah terlanjur daftar pelatihan ACLS. Mau nyari pengganti dadakan juga susah, akhirnya suami memutuskan saya tetep ikut ACLS. Ternyatah...harus naik tangga menuju ruang kelas, padahal di rumah saya sudah mulai ngungsi ke kamar bawah untuk menghindari naik turun tangga. Dannn... Namanya juga ACLS yaaa pasti kan belajar RJP yang mana kerja keras bgt mompa manekin selama 5siklus. Untungnya suami lapor sama instruktur kalo saya lagi hamidun jadi untuk RJP saya pura-pura aja. Alhamdulillah ada untungnya ya..
Pas pulang, pak suami mendadak ragu-ragu dan bilang lebih baik ACLS saya ditunda saja. Errrrr... Tau gitu mah tadi pagi juga gak berangkat yaaa..

Sabtu-Minggu, 2-3 Juni 2012
Saya tetep melanjutkan ACLS, dan hamdallah rejeki ibu hamil, saya dapat penguji cihuuuy juga teman sekelompok yang asik, sedangkan pak suami dan teman-teman saya dari kemarin dapat instruktur dan penguji galak. Sangking horornya teman saya sampai ngulang berkali-kali. Alhamdulillah ya nak.. InshaAllah rejekimu bagus ya nak.
Syenang akhirnya selesai juga ACLS nya, padahal kemarin sempat ragu-ragu untuk ngundurin diri, cuma karena pengen ngajak si adek bayi belajar biar pinter :D dan inshaAllah adek bayinya sehat,kuat,sempurna dan pinter *aamiin YRA*.

Senin, 4 Juni 2012
Pagi tadi pas saya mau BAK, saya liat ada sedikit flek warna cokelat dengan ukuran seujung kuku kelingking saya. Panik dong pastinya, langsung ngabarin suami. Inget kata dr.Bote klo ada flek cepet langsung kontrol, duh kalo jam segini dr.Bote masih di RSCM, kebayang macet dan blablabla.. Akhirnya suami memutuskan ke DSOG lainnya yang ada di depok. Sebelum berangkat saya coba testpack lagi dengan 2 testpack yang 1 celup, yang 1 tetes. Hasilnya yang celup positif samar dan yang tetes positif dengan jelas. Huaaaaa.. Kenapa koq samar inih..
Selama sholat duha saya nangis sesengukan.

“ Ya Allah jika anak ini masih rejekiku dan suamiku, tolong jagalah anakku selama ada dalam kandunganku, sehatkan lah dia, sempurnakan lah pertumbuhannya, sembuhkanlah dia (apabila ada penyakitnya), Engkau adalah Dzat yang Maha Menyembuhkan, tidak ada obat (kesembuhan) kecuali obat (kesembuhan) yang datang dari-Mu, kesembuhan yang tidak akan membawa penyakit, Ya Allah jadikanlah anak-anak yang ada dalam kandunganku dengan bentuk yang bagus (tampan/cantik) dan tetapkanlah di dalam hatinya untuk senantiasa beriman kepada-Mu dan Rasul-Mu. Ya Allah keluarkanlah anakku dari kandunganku pada waktu aku melahirkan mudah dan selamat. Ya Allah jadikanlah anakku menjadi anak-anak yang sehat, sempurna, berakal, cerdas, alim mau mngamalkan ilmunya. Ya Allah berilah anakku umur yang panjang, badan yang sehat, akhlak (budi pekerti) yang baik, lisan yang fasih serta suara yang bagus untuk membaca Al Qur’an dan Hadits dengan mendapat berkahnya Nabi Muhammad SAW, segala puji hanyalah untuk Allah yang menguasai seluruh alam.
Namun.. Jika engkau hanya mengijinkan perjumpaanku dengan calon buah hatiku dalam waktu yang sesingkat ini, tolong kuatkan aku Ya اَللّهُ , lapangkanlah hati hamba agar hamba ikhlas dan tawakal dalam menjalani ketetapanmu Ya Allah"

Bener-bener gak pernah ngerasa setakut dan sekhawatir ini. Saya takut kehilangan calon anak saya, yang sudah menemani hari-hari saya selama beberapa hari terakhir ini. Dan jikalau kemungkinan terburuknya saya harus dikuret, saya sepertinya gak rela untuk berpisah dengan calon anakku. Mungkin ini kali yang dirasakan seorang ibu yang pernah saya temui dan harus saya kuret dan dia kekeuh mempertahankan anak. Karena saya akhirnya mengerti apa yang dia rasakan. Meskipun masih dalam waktu sesingkat ini bunda takut kehilangan kamu 'nak, takut kamu gak lagi menemani hari-hari bunda, bunda juga takut gak kuat setelah kamu pergi.

Sebelum ada kepastian, saya memang harus optimis, tapi rasanya susah untuk bisa optimis disaat seperti ini.

Dibalik kegalauan yang amat sangat tentang nasib calon buah hati saya, saya yakin sama mukjizat Allah SWT. Saya yakin dengan kekuatan doa kemungkinan 30% itu bisa berubah menjadi 100%. Apapun bisa terjadi kalau Allah SWT sudah berkehendak. Dulu teman saya didiagnosa KET oleh DSOG, kemudian dia mencari 2nd opinion ke beberapa dokter, dan semuanya mengatakan KET, akhirnya dengan berat hati teman saya menjalani operasi. Ternyata teman saya hamil di dalam rahim dan bukan KET. Kehamilan pun dipertahankan sampai anaknya lahir 6bulan yang lalu. Berdasarkan cerita teman saya, saya yakin kalo saya berbaik sangka pada Allah SWT , inshaAllah Allah SWT punya rencana yang baik untuk saya.
Aamiin Ya Rabbal alamin..



"Dear calon buah hatiku... InshaAllah 8bulan lagi kita akan segera bertemu ya nak.. Peluk dan cium bunda untuk kamu sayangku..."